Siapa Saja yang Harus Menjalani Rapid Test Virus Corona?

Indonesia termasuk sebagai negara dengan jumlah kematian karena Covid 19 tertinggi di Asia Tenggara. Bahkan sampai sekarang ini sudah tercatat sekitar 150 lebih orang yang meninggal dunia disebabkan oleh pandemi tersebut. Tidak heran juga jika seandainya masyarakat sendiri juga takut terserang oleh penyakit ini, apalagi resiko komplikasi yang disebabkan oleh masalah kesehatan tersebut tergolong cukup tinggi. Sehingga tidak heran juga jika seandainya angka kematian yang disebabkan olehnya juga cukup tinggi. Bahkan semenjak pemerintah Indonesia mengadakan rapid test virus corona, ditemukan jumlah yang terjangkit ternyata cukup banyak dan senantiasa meningkat.

Sebenarnya hal yang paling membahayakan dari penyakit ini tak lain adalah hidden carrier, yaitu orang-orang yang membawa virus, namun tidak menyadarinya. Disebabkan oleh kondisi kekebalan tubuh atau sistem imuns yang kuat, sehingga tidak menunjukkan gejala yang jelas terasa seperti pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Untuk itu patut diwaspadai.

Adapun memang beberapa waktu belakangan ini pemerintah memang tengah melakukan rapid test untuk virus corona. Diantaranya adalah dengan menggunakan serum. Sehingga nantinya dengan rapid test ini akan diketahui kemungkinan orang yang terjangkit dan juga tidak, prosesnya sendiri adalah dengan:

1. Mengambil sampel darah dari bagian lipatan siku.
2. Darah tersebut akan diputar kedalam tabung centrifuge dan nantinya akan ditunggu selama kurang lebih 15 menit.
3. Setelah 15 menit maka nantinya akan dilihat bagaimana hasilnya.
4. Jika seandainya hasil tersebut positif, maka akan diterapkan langkah isolasi bagi pasien.

Memang pada dasarnya hasil tersebut belum benar-benar positif, karena dengan rapid test ini hanya melihat kemungkinan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, belum tentu itu adalah Covid 19. Sehingga nantinya masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan lagi, termasuk diantaranya adalah dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

Lalu sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter jika seandainya merasakan gejala terkait dengan virus tersebut. Mengingat belum tentu semua orang yang merasakan gejalanya juga sebenarnya positif terpapar oleh virus ini. apalagi sebenarnya jika dilihat gejala dari Covid 19 ini sebenarnya sangat mirip dengan flu biasa. Berikut ini diantaranya yang harus diketahui:

1. Mengalami gejala yang mengindikasikan terpapar virus corona, diantara gejala dari Covid 19 ini meliputi beberapa macam, diantaranya adalah peningkatan suhu badan atau demam, biasanya suhu tubuh sekitar 38 derajat Celcius atau di atasnya, kemudian juga mengalami sesak napas dan juga batuk kering, kondisi seperti pilek hingga sakit tenggorokan. Karena memang sebenarnya gejala-gejala ini mengindikasikan penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.
2. Sebelumnya pernah melakukan kontak dengan orang yang positif terjangkit Covid 19 maupun mereka yang sebelumnya bepergian ke negara yang tengah terkena wabah Covid 19, seperti diantaranya adalah baru ulang dari China, kemudian juga Korea Selatan dan sejenisnya. Sehingga mengindikasikan kemungkinan terjangkit juga tinggi.

Biasanya untuk mereka yang statusnya masih ODP belum diperkenankan untuk menjalani rapid test virus corona tersebut. Masih melihat perkembangannya setelah melakukan isolasi terlebih dahulu, baru setelah dilakukan isolasi dan statusnya meningkat dari ODP ke PDP, baru diupayakan untuk melakukan test dan dilihat hasilnya. Ingat bahwa penyakit yang satu ini sebenarnya bukan jenis penyakit yang dapat Anda remehkan. Karena bisa mengancam jiwa pasien jika seandainya sampai pada fase atau tahapan komplikasi.

Siapa Saja yang Harus Menjalani Rapid Test Virus Corona? Siapa Saja yang Harus Menjalani Rapid Test Virus Corona? Reviewed by Laily Kandangan on 20.03 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.