Pengertian Perkembangan Motorik Anak dan Pembagiannya

Selama ini mungkin Anda sudah akrab dengan kata-kata perkembangan motorik anak. Tapi, sebenarnya apakah Anda paham apa itu? Kebanyakan orang tua saat ini hanya membiarkan si kecil berkembang seperti maunya mereka tanpa peduli dengan perkembangan motorik mereka padahal ini sangat perlu untuk pertumbuhannya. Sebenarnya apa sih ini?

Pengertian Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik pada anak sebenarnya adalah sebuah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Jadi, untuk mengetahui seberapa jauh tumbuh kembang si kecil, Anda harus memperhatikan perkembangan motoriknya juga. Perkembangan motorik ada anak ini selalu sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak.

Jadi, sebenarnya sesederhana apapun pergerakan si kecil, akan selalu berhubungan dengan perkembangan motorik ini. Sederhananya, perkembangan motorik ini adalah hasil dari interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem yang ada dalam tubuh dan tentunya dikontrol oleh otak si kecil.

Pembagian Motorik Anak
1. Motorik Halus
Untuk perkembangan motorik pada anak terbagi dalam beberapa bagian, salah satunya adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halus ini sangat berkaitan dengan kegiatan meletakkan ataupun memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Jadi, gerakan yang dilakukan hanya dalam porsi kecil saja.

Untuk perkembangan motorik halus ini, pada usia 4 tahun biasanya koordinasi gerakan motorik halus sudah berkembang hampir sempurna. Anak-anak bisa menggunakan jari tangan mereka untuk memindahkan atau meletakkan suatu objek. Walaupun demikian, biasanya mereka akan masih mengalami kesulitan dalam berbagai hal.

Misalnya saja, mereka akan kesulitan untuk menyusun balok-balok menjadi suatu bangunan. Biasanya, kesalahan paling sering dilakukan adalah si kecil memiliki keinginan terlalu besar untuk meletakkan balok secara sempurna sehingga meruntuhkan sisi yang lain. Sedangkan pada usia 5 sampai 6 tahun, biasanya koordinasi gerakan motorik ini berkembang pesat.

Saat usia 5 sampai 6 tahun ini, koordinasi gerakan visual motorik si kecil sudah sempurna. Mereka sdah bisa mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan serta tubuh secara bersamaan tanpa ada hambatan. Anda bisa memperhatikan perkembangan motorik anak ini ketika mereka sedang menulis ataupun menggambar.

2. Motorik Kasar
Tentu saja, jenis motorik kedua adalah motorik kasar. Motorik kasar ini sangat erat kaitannya dengan gerakan tubuh yang menggunakan otot besar atau sebagian besar dan bahkan seluruh tubuh untuk bergerak. Jadi, motorik kasar ini sebenarnya jangkauannya lebih luas dibandingkan motorik halus.
Untuk perkembangan motorik kasar ini, pendidikannya sudah bisa dimulai sejak si kecil masih bayi. Pada usia ini, motorik kasarnya bisa dikenalkan dengan suara orang di sekitarnya, suara benda, dan masih banyak lagi. Tujuannya tentu saja agar perkembangan si kecil berjalan dengan normal dan sehat.

Sedangkan di usia lanjutan hingga 6 tahun, perkembangan motorik asar ini sangat menentukan kepribadian mereka ketika dewasa nanti. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua harus bisa berperilaku dan bersikap terhadap si kecil. Pada periode ini, anak akan sangat sensitif dan kepeaan untuk mempelajari sesuatu mereka sangat tinggi.

Namun, meski perkembangan ini menunjukkan kepribadian mereka ketika dewasa nanti, sebenarnya sebagian besar perkembangan anak juga sangat berpengaruh dengan lingkungan sekitar mereka. Gunanya tentu saja untuk membuka jalan pikiran mereka.

Nah, Anda sudah paham mengenai perkembangan motorik anak, kan? Jadi, mulai saat ini, cobalah perhatikan perkembangan motorik si kecil. Anda bisa memulainya dari hal kecil seperti mencorat-coret dengan satu tangan untuk melatihnya. Jangan lupa, beri mereka susu pertumbuhan seperti Dancow untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Pengertian Perkembangan Motorik Anak dan Pembagiannya Pengertian Perkembangan Motorik Anak dan Pembagiannya  Reviewed by Laily Inayati on 08.00 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.